Connect with us

Baselo

Diskriminasi itu Baik

Diskriminasi itu Baik
instagram.com

Personal

Diskriminasi itu Baik

Tak bertemu dengan bapak pemilik warung, saya jadi disambut oleh anak gadisnya yang unyu-unyu beranjak dewasa

Pemilik warung nasi yang menjadi langganan kami mulai agak diskriminatif. Ketika abang saya membeli nasi bungkus disana, baik yang punya warung ataupun anaknya yang cewek hanya menyapa dengan senyum biasa. Begitu juga kuantitas nasi yang dibungkus pun begitu standar seolah-olah telah ditakar sedemikian rupa.

Namun tidak ketika saya meluncur kesana kala malam itu. Dengan mengenakan baju koko, sehabis pulang shalat isya saya melipir ke warung nasi langganan abang saya itu. Ini pertama kalinya saya belanja sendiri disana. Biasanya saya cuma menemani abang.

Pengalaman pertama membeli nasi bungkus disana sungguh menakjubkan. Tak bertemu dengan bapak pemilik warung, saya jadi disambut oleh anak gadisnya yang unyu-unyu beranjak dewasa. Saya cuma minta nasi dengan telor mata sapi namun begitu tiba dirumah, ternyata dalam bungkusan nasi tersebut tersaji beranekaragam lauk pauk. Ada tempe goreng dan beberapa potong kecil rendang sapi. Telor mata sapinya juga dengan ukuran jumbo. Waaaaaaah……

Pengalaman kedua juga tak kalah heboh. Belom juga turun dari motor, si bapak pemilik warung secepat kilat segera menyapa saya dan menanyakan mau mesan makanan apa. Sambutan yang begitu hangat. Sepertinya bapak ini menguasai ilmu marketing yang tinggi. Sayang saya tak melihat keberadaan anak gadisnya.

Kebaikan si bapak dan anak gadisnya ini membuat saya curiga dan was-was. Kenapa jika abang saya yang datang membeli hanya disambut dengan salam yang biasa saja. Sementara saya yang notabenenya hanya pelanggan baru begitu disambut bak raja bermahkota emas. Apakah ini bagian ilmu marketing yang bertujuan menjaring pelanggan baru banyak?

Atau jangan-jangan ini modus? Saya ingin dijadikan menantu? Ahaaaaaay….

Ah rupanya saya benar-benar telah menjadi orang Indonesia. Orang baik selalu dicurigai dan manakala seseorang berbuat khilaf padahal tak sengaja segera dihakimi habis-habisan.

Continue Reading
Comments

More in Personal

To Top