Connect with us

Baselo

Jawaban Terbaik

Jawaban Terbaik

Fiksi

Jawaban Terbaik

Pertemuan yang tak biasa sore itu, saya nilai sebagai bentuk upaya memperbaiki citra dirinya. Sehingga walaupun hasil pertemuan tersebut menjadi alasan munculnya wacana perjodohan malam ini, saya telah siap untuk menanggapinya.

“Benar kamu ikhlas dijodohkan dengan Nuci?”

Saya tersenyum. Tangan saya mengaduk makanan yang terhidang di meja. Saya belum akan menyuap lagi. Udara malam ini begitu hangat menyelubungi.

“Jadi iya?” pancing kakak sepupu perempuan.

Saya tak tahu harus akan bicara apa makanya senyum adalah jawaban terbaik saat itu dan saya berharap diskusi ini selesai. Tentu diskusi rutin keluarga ini tak semata tentang saya saja. Toh lagian sebenarnya bagian saya bukan agenda utama.

Saya tetap berteguh kepada hipotesa awal bahwa wacana perjodohan ini tetaplah sebuah wacana. Tak akan menjadi realita. Kenapa? Karena-hipotesa 1- dalam catatan saya wacana perjodohan ini bukanlah yang pertama. Dulu saat kami sekeluarga tinggal di daerah utara kota ini, wacana ini mulai mengudara. Hingga sekarang mungkin telah terhitung 3 kali mengudara. Itulah sebabnya saya hanya tersenyum demi menanggapinya. Lebih baik saya fokus sama pekerjaan dan proyek baru saja.

Hipotesa 2. Tak biasanya Kakak sulung saya mengadakan pertemuan dadakan sore kemaren, biasanya dia jarang ada dirumah. Sore itu dia terlibat pembicaraan rahasia dengan kakak-kakak sepupu saya di dekat ruang tamu. Saya yang berada di kamar atas tak sengaja mendengar pembicaraan tersebut jikalau nama saya tak disebut-sebut. Selebihnya memang saya gagal memahami hasil pembicaraan tersebut karena kualitas aliran suara yang kurang baik sore itu. Sesayup sampai.

Menurut hemat saya, pertemuan tersebut adalah suatu bentuk pengalihan isu yang dimanuver oleh kakak sulung saya itu. Beberapa hari ini beliau menjadi sorotan karena hobinya yang dinilai berlebihan. Kumat. Main futsal sampai ga ingat waktu lagi. Pulang malam dan keterlibatan dalam aktivitas keluarga yang semakin menurun. Saudara-saudara mulai mengkritik dan menasehatinya tapi ga ditanggapi.

Pertemuan yang tak biasa sore itu, saya nilai sebagai bentuk upaya memperbaiki citra dirinya. Sehingga walaupun hasil pertemuan tersebut menjadi alasan munculnya wacana perjodohan malam ini, saya telah siap untuk menanggapinya.

Siapkah saya menerima perjodohan ini?
Malam ini udara terasa lebih hangat menyelubungi.

Continue Reading
Comments

More in Fiksi

  • Ransel Orange, Sore dan Halte Ransel Orange, Sore dan Halte

    Fiksi

    Ransel Orange, Sore dan Halte

    By

    Aku selalu berteman sore dan ransel orange. Sore selalu menaungi, tak peduli ia tengah sedih atau...

  • Masih Tentangmu Masih Tentangmu

    Fiksi

    Masih Tentangmu

    By

    ada sesak mengguncang batin dan tangis yang membuncah tiap malamnya

  • Cara Menjaga Ladang dari Serangan Babi Cara Menjaga Ladang dari Serangan Babi

    Fiksi

    Asal Jangan

    By

    Di cakar boleh Asal jangan di tukar Di tukar boleh Asal jangan di bakar Di bakar...

  • kita bercinta kita bercinta

    Fiksi

    Haruskah Aku Membenci Mereka?

    By

    Aku gagal mengingat kapan pertama kali jumpa namun aku langsung gembira tiap kali mereka datang. Aku...

  • kita bercinta kita bercinta

    Fiksi

    Kita

    By

    Terdiam merenung sendu Ku bersenandung rindu Terbayang perjalanan waktu Sebuah kisah masa lalu Tiada lagi nyanyian...

To Top