Connect with us

Baselo

kita bercinta

Fiksi

Kita

Terdiam merenung sendu
Ku bersenandung rindu
Terbayang perjalanan waktu
Sebuah kisah masa lalu

Tiada lagi nyanyian surga
Tiada lagi penghibur lara
Tiada lagi damai dalam jiwa
Hanya ada bintang penuh derita
Hanya ada langit yang kian terluka
Seakan hendak berkata
Inilah nafas kehidupanku

Senyum pun kian membeku
Dalam dinginnya gelap hitam malam
Tangisan pun kian melarut pilu
Dalam harunya lautan malam
Inilah jejak yang harus ku tempuh

Mata yang berkaca-kaca
Jantung yang berdetak-detuk tak menentu
Pikiran melayang-layang
Itulah terpaan gemuruh rasa dalam hatiku
Yang menemani saat ku tlah terpisah darimu

Waktu ini adalah waktu yang menyiksa
Menyiksa dirimu dan diriku
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari yang kan kita lalui
Waktu dimana kita tak bersama-sama lagi

Kini semua hanya tinggal kenangan
Kenangan indah yang tlah kita lalui
Canda-tawa, sedih, kesal, khawatir, dan rasa takut terpisahkan
Itulah perasaan yang menggumuli hati kita selama ini dan
Rasa takut itu kini tlah menjadi kenyataan
Aku mengerti kau begitu sakit saat ini
Terpisah dan terpenjara sepi disana
Namun ketahuilah kawan…
Diri ini jauh lebih sakit merasakan semua ini

Kini, hatiku tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Jarak kita pun semakin membentang
Akankah semuanya terkenang
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan

Aku bingung dan tak tau harus bagaimana
Banyak hal yang tak dapat kukatakan dan kujelaskan
Banyak hal yang tak kau mengerti maksud hati dan semua ini

[mks_highlight color=”#dd3333″]

Puisi karya Yolanda Agnesia ini pernah dibacakan dalam acara Perpisahan Angkatan ke 15 SMA N 2 Sekayu bersama Alfita, S.E dan Saskia Kurnia

[/mks_highlight]

Continue Reading
Comments

More in Fiksi

To Top