Connect with us

Baselo

Lara Croft Relic Run, Serba Kepepet Nan Bikin Greget

Lara Croft Relic Run, Serba Kepepet Nan Bikin Greget

Review

Lara Croft Relic Run, Serba Kepepet Nan Bikin Greget

Cantik tapi rapuh, seksi dan penuh aksi nan berani namun pelit melilit. Itulah kenapa Lara Croft Relic Run belum bisa masuk daftar game favorit Baselo tahun ini.

Diceritakan Lara mesti menjelajahi hutan di pedalaman Kamboja demi berburu barang-barang kuno nan antik. Seorang diri dia mantap menantang rasa takut, berhadapan dengan monster, melewati rintangan, bertarung dengan ego. Tidakkah terbesit di pikirannya untuk mencari jodoh saja, menikah dan membangun rumah tangga nan sakinah?

Seperti biasa, saya tidak bicara tentang game dari sisi gameplay karena menjurus spoiler. Lara Croft Relic Run bukanlah game online. Dengan grafis yang cerah dan ciamik, saya kira game ini bakal memakan space memory yang besar seperti game buatan Square Enix lainnya. Butuh ruang sekitar 120 mb (93 mb di laman Playstore) untuk memasang Lara Croft Relic Run di ponsel dengan spesifikasi minimal android versi 3.0 keatas dan iOS versi 7.0 keatas. Tak lebih besar dari game Into The Dead yang tiada lelah berlari tanpa akhir.

Tapi sayang sekali, cantik dan elegan saja tidaklah cukup. Seperti yang saya bilang diawal, meski pemberani ternyata Lara agak pelit dan rapuh.

Item, senjata, kostum untuk Neng Lara mesti ditebus dengan harga lumayan mahal. Kalau mengandalkan grinding, pemain bakal stres karena minimnya ketersediaan item di tiap level permainan. Boro-boro ngumpulin semua sumber daya, jika terjungkal dan tewas di tengah jalan, neng lara menuntut harga yang mahal kalo ingin dihidupkan lagi. Jadi dilema, pengen menyelesaikankan level stage atau menghemat sumber daya.

Kalo kata GamesInAsia, Lara Croft selain pemberani juga dermawan dari sisi IAP. Benar juga karena tiap hari ada bonus berlian yang dibagikan. Masalahnya nominal pengeluaran untuk belanja di game ini juga tak kalah borosnya. Ternyata kemenangan itu memang mahal.

Lalu benarkah Lara Croft rapuh? Hal ini lebih disebabkan oleh kontrol yang kurang responsif. Sering kali aksi lara untuk melewati rintangan di setiap perjalanannya berujung kegagalan dan membuat dia jatuh tak berdaya karena eksekusi perintah yang lambat. Disuruh lompat malah masih berlari, jadinya nabrak. Usai sudah.

Entah variatif tergantung spesikasi ponsel, grafisnya yang cerah dan detail ternyata tak disertai dengan suara dan musik yang mumpuni. Cenderung pelan dan tak bertenaga, suara dan musik latar di Lara Croft Relic Run membuat pengalaman bermain menjadi tak nyaman. Game aksi kok sunyi? Saya terpaksa bermain dengan mengenakan headset demi mendapat chemistry dengan Neng Lara.

Continue Reading
Comments

More in Review

To Top