Connect with us

Baselo

Masihkah Dosa Riba Engkau Lakukan?

Mencintai Rasulullah Berbalut Taqwa

Kultwit

Masihkah Dosa Riba Engkau Lakukan?

Masihkah Dosa Riba Engkau Lakukan?



● Allah Ta’ala berfirman :

(1). “…..Dan Allah telah halalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datangnya larangan) dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang KEMBALI (mengambil riba), orang itu adalah penghuni-penghuni NERAKA. Mereka KEKAL di dalamnya” (QS. Al-Baqarah [2]: 275)

(2). “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam KEKAFIRAN, dan selalu berbuat dosa” (QS. Al-Baqarah [2]: 276)

(3). “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka umumkanlah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan MEMERANGIMU…” (QS. Al-Baqarah [2]: 278-279)

(4). “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba…” (QS. Ali Imran [3]: 130)

● Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

(1). “Jika telah nampak perbuatan zina dan riba di suatu negeri, maka sungguh mereka telah menghalalkan pada diri mereka sendiri untuk merasakan adzab Allah” [HR. Ath-Thabrani dan al-Hakim, hadits dari Abdullah bin Abbas, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 679]

(2). “Allah melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan riba/pembayar riba (nasabah), 2 orang saksinya dan orang yang mencatatnya”. Mereka itu sama (dalam hal dosanya)” (HR. Muslim dan Ahmad, hadits dari Jabir, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no.5090)

(3). “Riba itu ada 72 pintu (dosa), yang paling ringan adalah seperti dosa orang yang menzinahi ibunya…” (HR. Ath-Thabrani, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no.3537 dan ash-Shahiihah no.1871, hadits dari al-Bara’)

(4). “Satu dirham riba yang dimakan seseorang, sedangkan ia mengetahui (bahwa itu riba), maka hal itu di sisi Allah lebih berat (dosanya) dari pada 36 kali berzina” (HR. Ahmad dan ath-Thabrani, hadits dari Abdullah bin Hanzhalah, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no.3375, Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no.1855 dan ash-Shahiihah no.1033)

(5). “Jauhilah oleh kalian tujuh hal yang membinasakan”. Mereka bertanya : “Apa saja itu wahai Rasulullah ?”. Beliau bersabda : “(salah satunya) memakan riba…” (HR. Bukhari dan Muslim, hadits dari Abu Hurairah, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no.144]

(6). “Riba itu meskipun (kelihatannya) banyak, maka sesungguhnya akan berakhir menjadi sangat sedikit” (HR. Al-Hakim, hadits dari Ibnu Mas’ud, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no.3542)

(7). “Tadi malam aku bermimpi ada dua laki-laki yang mendatangiku, keduanya membawaku ke kota yang disucikan. Kami berangkat sehingga kami mendatangi sungai darah. Di dalam sungai itu ada seorang laki-laki yang berdiri. Dan di pinggir sungai ada seorang laki-laki yang di depannya terdapat batu-batu. Laki-laki yang di sungai itu mendekat, jika dia hendak keluar, laki-laki yang di pinggir sungai itu melemparkan batu ke dalam mulutnya sehingga dia kembali ke tempat semula. Setiap kali laki-laki yang di sungai itu datang hendak keluar, laki-laki yang di pinggir sungai itu melemparkan batu ke dalam mulutnya sehingga dia kembali ke tempat semula. Aku bertanya : “Apa ini ?” Dia menjawab : “Orang yang engkau lihat di dalam sungai itu adalah pemakan riba” (HR. Bukhari, hadits dari Samurah bin Jundub)

Wahai Saudaraku…

Harta riba adalah harta haram yang tidak berkah, dapat menyebabkan doa dan ibadah tidak di terima, mendapatkan siksa kubur dan tidak mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat…

Lalu…

Kenapa anda masih memanfaatkan harta riba untuk pribadi dan keluarga?

Kenapa anda masih tetap bekerja pada tempat yang menggunakan sistem dan transaksi riba seperti perbankan, asuransi, pegadaian, dll?

Kenapa anda tidak berhijrah dan beralasan takut keluar dari tempat yang mempraktekkan riba itu karena merasa khawatir tidak mendapatkan rezeki di tempat lain?


✍ Al-Ustâdz Najmi Umar Bakkar

[Penulis Buku :
• 100 Kiat bagi Orang Tua agar Anak -Insya Allah- jadi Shalih dan Shalihah -, Penerbit Perisai Qur’an
• 50 Sebab Do’a Tidak Terkabul, Penerbit Perisai Qur’an
• 50 Kiat agar Cinta Suami kepada Istri Semakin Dahsyat, Penerbit Cahaya As-Sunnah]

Continue Reading
Comments

More in Kultwit

  • Kultwit

    Sifat Muslim yang Sempurna

    By

    SIFAT MUSLIM YANG SEMPURNA Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,...

  • Kultwit

    Ragu Apakah Keluar Kentut

    By

    Ragu Apakah Keluar Kentut ✒ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc حفظه الله تعالى. Sebagian orang dalam...

  • Kultwit

    Keutamaan Pedagang yang Jujur dan Amanah

    By

    Keutamaan Pedagang yang Jujur dan Amanah Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Rasuluillah shallallahu ‘alaihi...

  • Featured

    Buah Keimanan Kepada Takdir

    By

    BUAH KEIMANAN KEPADA TAKDIR Sahabat.. Sungguh berbahagialah orang yang pengimanan terhadap takdir Allah subhanahu wa ta’ala...

  • Kultwit

    Hilangnya Amanah

    By

    HILANGNYA AMANAH Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bagaimana diangkatnya amanah dari hati. Tidak ada yang...

To Top