Connect with us

Baselo

Meriam Tomong Nan Bertuah

pixabay

Personal

Meriam Tomong Nan Bertuah

Ayah saya memang keren. Seorang ayah yang terfavorit di dunia. Begitulah karena semangat dan dukungan dari beliau, saya selalu mendapatkan nilai terbaik dalam bidang kesenian saat ujian catur wulan masa sekolah dasar. Ingat kan dulu sistem masa pendidikan memakai satuan catur wulan, bukan semester kayak sekarang.

Jadi ceritanya setiap ujian cawu kami diharuskan tampil di depan kelas dan menyanyikan sebuah lagu. Mirip kontes-kontes menyanyi yang ada di tipi-tipi saat ini. Harus merdu, penuh aksi panggung, powernya dapet dan pitch control yang mumpuni. Maka sebelum tampil kami, anak-anak kelas 2 sd ini selalu latihan keras jauh hari sebelum hari H. Sungguh ujian yang menyenangkan!

Sedari awal mengenal ujian kesenian ini sampai kelas 5 sd saya selalu membawa 1 lagu. Tidak pernah berubah sehingga mungkin penampilan saya begitu membosankan. Ahhh..lagu itu lagi, gerutuk teman-teman.
Namun siapa sangka lagu yang saya bawakan merupakan andalan saya yang membuat nilai ujian saya tidak pernah bergeser dari angka 9 selama 4 tahun berturut-turut. Rekor yang patut dicatat meseum rekor kota kelahiran saya.
Lagu andalan itu sendiri saya lupa pencipta dan tahun pembuatannya. Yang jelas, ayah saya yang mengenalkannya sore itu…

Judulnya “Mariam Tomong”

Sabalum tabik matoari
Kapa tabang malayang-layang
Den ambiak tomoang den baok lari
Pai manembak ka rimbo panjang

Kini ko ditampek tujuan
Tomoang malatuih dak sagan-sagan
Daram badaram jan lah disabuik
Itu parintah nan ka di turuik

Meriam tomong nan bertuah! Konon lagu ini di dapat oleh ayah saya ketika mendengar anak kelas lima latihan paduan suara. Ayah saya adalah seorang penjaga sekolah dasar yang letaknya tak jauh dari sekolah saya. Dulu saya pernah bersekolah disana tempat ayah bertugas sampai kelas 2 sebelum akhirnya pindah dengan alasan jarak yang lebih dekat dengan tempat tinggal.

Jadi setelah mendengar dan menonton anak-anak kelas lima yang latihan paduan suara, begitu pulang dan sampai di rumah beliau langsung bercerita dan mengajak saya bernyanyi bersama. Oleh karena itu mudah saja lagu Meriam Tomong bertengger dalam ingatan saya.

Tuh kan saya bilang juga apa, ayah saya memang seorang yang penuh hebat. Pesonanya jauh mengalahkan Jokowi yang bersembunyi nun jauh di Jekardah sana. Lagu Meriam Tomong begitu angker sehingga belum ada yang mengalahkannya dari top chart tahunan di sekolah kami dengan pemenangnya adalah saya lagi, saya lagi. Hehehe

Padahal jika dirunut dengan mendalam, saya tak tahu lagu ini siapa penciptanya, kapan rilis resminya ke publik dan sejarah yang meliputinya. Yang jelas ayah saya telah sukses menanamkan bakat seni kepada anak-anaknya.

Continue Reading
Comments

More in Personal

To Top