Connect with us

Baselo

Resensi Buku “Seberapa Berani Anda Membela Islam”

Resensi Buku "Seberapa Berani Anda Membela Islam"

Featured

Resensi Buku “Seberapa Berani Anda Membela Islam”

lensa.baselo.com

Resensi Buku “Seberapa Berani Anda Membela Islam”

Naím Yusuf membeberkan kepada kita tentang sosok lelaki pemberani-sosok yang penting dan berguna bagi Islam dan umatnya. Semua itu dilaksanakan dengan penuh amanah, jujur dan penuh percaya diri, tidak pesimis ataupun putus asa.

Seberapa Berani Anda Membela Islam

Judul                        : Seberapa Berani Anda Membela Islam? 
Pengarang              : Naím Yusuf
Penerbit                  : Maghfirah Pustaka
Cetakan                   : Cetakan I, Mei 2016
Dimensi Buku       : 145 x 210 x 13 mm
Jumlah Halaman : 288 hlm
ISBN                         : 978-979-25-26-43-1

 

“Sikap pemberani adalah kekuatan jiwa. Pemiliknya dapat mengemban perkara-perkara yang mulia dan menjauh dari hal-hal hina. Kekuatan yang menjadikannya besar meskipun dia kecil, kaya dalam kemiskinannya, dan kuat dalam kelemahannya. Kekuatan yang menjadikannya memberi sebelum menerima, melaksanakan kewajiban sebelum meminta hak: Kewajiban terhadap Tuhannya, diri dan agamanya. Tidak akan berkembang sikap pemberani yang masih kosong dan mendidik para pemberani yang shaleh, kecuali dalam naungan akidah yang kuat dan kemuliaan yang kukuh” (Dr. Yusuf Qardhawi)

Sesungguhnya, badai yang menerpa umat Islam sangat besar. Agar bahtera itu mendarat dengan selamat ke tepi pantai, kita harus menyiapkan banyak bekal, diantaranya bekal keimanan, akidah dan akhlak. Kita harus bersatu padu menyatukan kekuatan. Kita hanya memiliki satu tujuan, satu tekad dan satu semboyan, yakni:

…dan aku bersegera kepada-Mu, ya Tuhanku agar Engkau ridha (kepadaku). (Thaha 20:84)

Dalam segenap sendi kehidupannya, seorang laki-laki pemberani dapat melimpahkan harta halal untuk mencukupi keperluan umat Islam. Dia mampu memuliakan Islam ketika dia menghidupkannya. Dia mendakwahi orang-orang agar mengingat kepada Tuhan dengan cara dan akhlak yang baik, lalu mereka memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah mereka.

Sungguh, kalau kita kembali melihat ayat-ayat al-Qur’an yang menyebutkan karakter orang-orang Mukmin, niscaya akan menguatkan kita bahwa ar-rujulah (sikap pemberani) yang tertancap pada seorang laki-laki merupakan arahan tertinggi Islam kepada para pengikutnya, agar mereka tersebar ke seluruh manusia.

Kita harus kembali kepada rambu-rambu petunjuk dan ketakwaan, secara tulus dan ikhlas, dalam rangka memperbaiki keadaan lahir dan bhatin kita. Kita harus menaati Allah dengan berpedoman kepada Kitabullah dan berharap pahala-Nya, meninggalkan maksiat dengn berpedoman kepada Kitabullah pula karena takut kepada azab-Nya,  serta mengevaluasi diri terhadap amalan baik dan buruk kita, meski sebesar biji sawi.

Oleh karena itulah, disajikan dengan warna yang cukup kontras setebal 288 halaman, Naím Yusuf membeberkan kepada kita tentang sosok lelaki pemberani-sosok yang penting dan berguna bagi Islam dan umatnya, diantaranya: Ahli masjid, berdakwah dengan penuh semangat, memiliki cita-cita yang tinggi dan berdedikasi untuk umat. Semua itu dilaksanakan dengan penuh amanah, jujur dan penuh percaya diri, tidak pesimis ataupun putus asa.

Teramat elok dan patut dibaca oleh setiap muslim yang ingin “kesetrum” semangat dan gairah baru dalam berdakwah dan menapaki jalan kebenaran.

Kita punya dua puluh empat jam yang sama. Dan hidup adalah tentang pilihan bukan?

Continue Reading
Comments

More in Featured

  • Featured

    Saya Memang Takut Istri

    By

    Saya memang takut istri padahal dulu takut tidak menemukan jodoh. Saya takut istri tidak mendapat hak....

  • Featured

    Buah Keimanan Kepada Takdir

    By

    BUAH KEIMANAN KEPADA TAKDIR Sahabat.. Sungguh berbahagialah orang yang pengimanan terhadap takdir Allah subhanahu wa ta’ala...

  • Featured

    Bid’ah Dalam Perkara Duniawi

    By

    Bid’ah Dalam Perkara Duniawi Pertanyaan: Wahai Sahamatus Syaikh, saya tahu adanya batasan yang rinci dalam membedakan...

  • Featured

    Mengapa Allah Menciptakan Kita?

    By

    Mengapa Allah Menciptakan Kita? Allah menciptakan kita agar kita beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menduakan-Nya dengan sesuatu apapun....

  • Featured

    Ilmu Syarat Sah Amal

    By

    Ilmu Syarat Sah Amal Mengapa harus berilmu sebelum beramal? Pada bagian inilah yang akan melengkapi bahwa...

To Top